Pentingnya Memberi Pemahaman Pada Anak Tujuan Sekolah

 

Halo apakabar, pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai pentingnya memberi pemahaman pada Anak mengenai tujuannya bersekolah. Banyak atau bahkan sebagian besar dari kita menganggap sekolah sesuatu sangat penting (wajib). Kenapa demikian?

Karena sekolah memberi jaminan (ijazah), meski bukan jaminan kesuksesan, akan tetapi bisa membuka jalan untuk sukses. Nah, jika kita melakukan sesuatu tanpa tujuan bukankah itu sama artinya tidak ada target untuk dicapai? Sekarang pernyataannya adalah tujuan ke sekolah?

Anda menghabiskan banyak waktu, uang, dan tenaga pikiran hampir setiap hari. Kebanyakan dari kita mungkin berpikir sekolah biar pintar. Itu benar, tujuan sekolah adalah mencerdaskan, akan tetapi itu maksud Anda sebagai orangtua menyekolahkan anaknya. Pertanyaan saya adalah, sudahkah Anda mendorong (memberi pemahaman) kepada anak Anda, meyakinkan anak Anda, bahwa dia ke sekolah tiap hari agar pintar. 

Jadi, dulu saya pergi ke sekolah hanya sekedar karena di suruh, orangtua menginginkan saya menjadi pintar, tapi tidak memberi pemahaman tentang sekolah. Sekolah adalah keinginan orangtua, tapi pernahkah Anda menanyakan kepada anak Anda, maukah dia bersekolah? Atau berikan pemahaman kepadanya tentang betapa pentingnya sekolah, bukan hanya disuruh untuk bersekolah tanpa sebuah pemahaman. 

Anak yang hanya disuruh seperti itu, dia pun tidak tahu di sekolah mau melakukan apa, perhatiannya kemana, alhasil si anak akan cenderung meniru teman sekelasnya. Dia tidak diberi pemahaman, jadi sekolah dianggapnya seperti tempat bermain, lebih mudah meniru temannya yang tanpa pemahaman juga, berakibat ke nilai dan perkembangan si anak.

Coba bayangkan, menghabiskan sekitar 7-8 jam di sekolah selama bertahun-tahun lamanya, tanpa sebuah target/tujuan untuk dicapai. Jadi anak hanya akan menganggapnya sebagai rutinitas, dia akan lebih suka bertemu teman-teman, bahkan cenderung tidak menyukai pelajaran, tidak mengindahkan guru. 

Inilah pentingnya melakukan pendekatan kepada anak, memberi mereka pemahaman tentang tujuan bersekolah, memberi pemahaman mengenai siapa itu guru dan bagaimana harus bersikap. Ini seperti ketika Anda (orang dewasa) disuruh pergi ke balai desa atau tempat lain tanpa diberi tahu apa-apa, cuma disuruh saja (biar jadi bupati, misal).

Perlu diingat bahwa ‘bahasa anak itu berbeda dengan bahasa orang dewasa’ jadi tidak akan mudah memberi pemahaman pada anak, tapi sebagai orang dewasa haruslah bersikap seperti seharusnya. 

Jangan sia-siakan waktu anak Anda, berilah pemahaman dan perhatian yang dibutuhkan. Jangan sampai justru sekolah menjauhkan anak Anda dari tujuan Anda menyekolahkannya. Ibarat sebuah kendaraan, akan terus melaju tanpa pemberhentian (tujuan) maka lama-lama akan keluar dari jalur yang seharusnya. 

You May Also Like