Mengikuti Hati atau Pikiran? Mana yang Lebih Penting

mengikuti-hati-pikiran

 

Kedua hal tersebut (hati & pikiran) merupakan bagian penting di dalam diri kita dan kehidupan, apa jadinya jika kita tidak memiliki hati? Apa jadinya jika kita tidak memiliki pikiran? Mungkin bisa sedikit disimpulkan, hidup tidak akan berjalan seperti saat ini.

Hati

Hati membuat kita mempunyai belas-kasih, menggerakkan kita untuk saling menyayangi, tolong-menolong, memaafkan, dan perasaan atau sebuah sensasi yang banyak dicari orang (bahagia), seperti cinta misalnya. Well, hati membuat kita merasakan bahwa ada sesuatu yang berharga, dan kita berusaha sekuat tenaga untuk menjaga perasaan tersebut.

Apa jadinya saat kita bertindak tanpa dipikirkan terlebih dulu? Pastinya yang akan terjadi adalah ‘kacau’ tidak ada namanya peraturan, seseorang hanya akan mengikuti apa yang ada di dalam hatinya. Nah, di sinilah fungsi pikiran kita, agar mampu menentukan mana yang terbaik dari setiap sikap yang akan kita ambil. 

Tanpa pikiran apakah kita bisa belajar?

Pikiran berfungsi menyerap pengetahuan, mengambil solusi terbaik, demi terciptanya kehidupan yang seimbang. Namun, itu juga tergantung si orangnya, jika kita memiliki kepintaran tapi tidak memiliki kasih sayang apa yang terjadi? Banyak kejahatan, kekacauan, orang akan bersikap sewenang-wenang.

hati-atau-pikiran

Hati atau Pikiran? 

Keduanya penting, tanpa hati kita akan seperti mesin yang cerdas (robot) dan tanpa pikiran kita seperti mobil tanpa kemudi (tabrak sana-sini). Jadi, bagian akhirnya mana yang akan Anda ikuti?  Jika Anda berpikir keras antara mana yang lebih penting, rasanya itu sia-sia.

Pertanyaan tersebut bukan untuk diperdebatkan, karena keduanya penting. Kita sudah terlahir dengan hati dan pikiran, dan terkadang antara keduanya tidak sinkron/selaras. Terlalu mengikuti perasaan tanpa berpikir lebih dulu tidak baik, terlalu mengedepankan pikiran tanpa adanya hati (perasaan) juga kurang baik.

Jadi? Selaraskan, seimbangkan hati dan pikiran agar selaras. Tanya hati kita, maunya apa? Jangan kesampingkan hati (perasaan), gunakan pikiran kita untuk memikirkan pilihan terbaiknya, jangan sampai hati dan pikiran justru malah tidak akur. Butuh usaha, tidak mudah, bukan berarti tidak bisa. Semangat.

You May Also Like