Media Tanam Sayuran Menggunakan Polybag | Cara Membuatnya

media-tanam-polybag

Bercocok-tanam merupakan kegiatan menyenangkan, mampu menyegarkan pikiran dengan nuansa alam, dan juga bermanfaat untuk keperluan dapur. Namun, apa jadinya saat Anda ingin menanam jenis sayuran tapi tidak cukup ruang tanah terbuka di halaman rumah?

Menanam menggunakan media polybag dapat menjadi solusi bagi keterbatasan lahan, karena Anda tidak memerlukan tanah lapang, bisa dengan menaruhkan berjejer dan bertingkat, ini sangat efektif. Anda hanya memerlukan media tanam dan perawatan berkala yang mudah, supaya tanaman tumbuh dengan subur.

Media tanam polybag

Beda jenis tanaman berbeda pula komposisi media tanam, seperti untuk tanaman buah dibutuhkan jenis media tanam yang solid karena memiliki karakteristik akar dan batang lebih berat/besar. Sedang untuk sayuran, media tanam yang diperlukan haruslah gembur dan mudah ditembus akar

Ciri Media Tanam yang Baik

Media tanam adalah media yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, memiliki fungsi menopang dan sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan. Maka dari itu media tanam yang baik akan sangat berpengaruh terhadap kesuburan, yang akan menghasilkan manfaat lebih maksimal.

Media tanam polybag berfungsi sebagai pengganti tanah, sumber nutrisi tanaman tergantung dari media dan perawatan yang Anda berikan. Media tanam yang baik memiliki tekstur fisik, serta unsur kimia dan biologi di dalamnya. Secara umum memiliki ciri-ciri di bawah ini.

  • Media tanam cukup kuat untuk menopang tanaman agar tidak mudah tercabut atau rusak, tapi jangan terlalu padat karena akar akan sulit atau tidak leluasa bergerak yang dapat memperlambat tumbuh-kembang tanaman.
  • Harus mempunyai drainase yang baik (mampu mengalirkan air dengan baik), supaya air tidak menggenang.
  • Memiliki sifat higroskopis (menyimpan air), supaya media tanam tetap basah/lembab.
  • Mempunyai cukup unsur hara di dalam media tanam, baik mikro ataupun makro. Unsur hara ini terdapat pada pupuk dan aktifitas mikroorganisme.
  • Tidak terdapat hama dan bibit penyakit di dalam media tanam, karena dapat menjadikan tanaman tidak sehat hingga membuat tanaman mati. Media tanam tidak perlu steril, karena mikroorganisme yang terdapat dalam tanah bermanfaat bagi tanaman.

Terdapat dua jenis media tanam, yaitu organik dan non-organik. Kali ini saya akan menjelaskan cara (langkah-langkah) membuat media tanam organik untuk sayuran. Simak di bawah!

Bahan yang dibutuhkan

Dalam membuat media tanam, ada banyak bahan dari alam yang bisa dimanfaatkan, bahannya pun mudah Anda temukan, proses pembuatannya juga tidaklah sulit.

1. Tanah

Sebagai bahan utama, penting untuk memilih jenis tanah yang tepat, yaitu tidak terlalu berpasir ataupun seperti tanah lempung, melainkan tanah yang gembur. Tanah berpasir tidak dapat menyimpan/mengikat air dengan baik, sedang tanah lempung sulit ditembus air dapat mengakibatkan genangan (penyerapannya buruk).

media-tanam-poybag
tanah gembur

2. Kompos atau Humus

Kompos adalah pupuk campuran yang terdiri atas bahan organik dan kotoran hewan, untuk media tanam menggunakan jenis kompos padat yang nantinya dicampur dengan tanah dan bahan lainnya.

Selain kompos sebagai penyedia unsur hara, dapat juga menggunakan tanah humus (berwarna hitam gelap pada lapisan atas) yang mudah ditemukan di hutan, tempat terbaik untuk mencari tanah humus adalah di sekitar tanaman pakis-pakisan. Namun, apabila tidak menemukan kompos atau tanah humus, bisa menggunakan pupuk kandang yang sudah matang (memiliki tekstur granular seperti tanah).

media-tanam-polybag
humus

3. Arang Sekam

Merupakan hasil dari proses pembakaran tidak sempurna dari sekam padi, manfaatnya untuk media tanam di antara lain dapat memperbaiki struktur media tanam, mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap air, menetralisir keasaman tanah dan racun, meningkatkan pertumbuhan mikroba yang bermanfaat bagi tanaman, memperbaiki drainase, hingga menjadikan tanah lebih gembur.

Alternatif lain selain arang sekam ialah menggunakan sabut kelapa dikarenakan memiliki sifat serupa, media sabut kelapa cocok digunakan di daerah dengan curah hujan rendah atau daerah kering. Ambil bagian sabut kelapa dari buah yang sudah tua.

 

media-tanam-polybag
arang-sekam

Langkah membuat media tanam organik

Langkah-langkah membuat media tanam berikut menggunakan bahan-bahan yang sudah saya sebutkan di atas, berikut cara membuatnya!

  • Siapkan tanah gembur, usahakan tanah tidak menggumpal agar bahan dapat tercampur merata.
  • Siapkan juga kompos atau humus (jangan menggumpal).
  • Jangan lupa arang sekam atau sabut kelapa.
  • Tempatkan semua bahan tadi di dalam wadah, perbandingannya adalah 2:1:1 (misal tanah dua genggam, maka kompos dan arang sekam satu genggam).
  • Aduk hingga merata, kemudian masukkan ke dalam polybag, dan media tanam sudah siap digunakan.

Note: Perbandingan komposisi yang digunakan tidak harus selalu 2:1:1, bisa juga menggunakan 1:1:1 tergantung kebutuhan dan ketersediaan bahan. Tidak harus terpaku hanya pada bahan di atas, Anda dapat menggunakan bahan lain yang mempunyai sifat dan fungsi tidak jauh berbeda, pada intinya memaksimalkan pertumbuhan tanaman.