Hubungan yang Sehat dan Arti Menjalaninya

hubungan-sehat

 

Bisa kita bayangkan jika manusia adalah makhluk yang suka sendiri (individual) dan dapat bahagia, mungkin setiap dari kita akan menempati rumah sendiri-sendiri dan populasinya akan jauh lebih sedikit dari saat ini. Untungnya, kita merupakan mahkluk yang tidak bisa bahagia dengan hidup sendiri, memiliki kebutuhan mencintai dan dicintai, serta individu yang berkembang.

Menjalin hubungan merupakan pilihan untuk bahagia, tapi apa jadinya jika kita lupa arti dari sebuah hubungan tersebut? Hubungan akan terasa sepi, hubungan berjalan tanpa adanya gairah, hal ini menyebabkan kerentanan dan mudah putus di tengah jalan sebab kita lupa arti dalam menjalin sebuah hubungan. 

Selain alasan saling menyukai, dibutuhkan kiat-kiat untuk menjaga hubungan agar tetap berjalan, seperti di bawah ini! 

Memiliki Keyakinan, Kebebasan, dan Persahabatan 

Yakinlah pada hubungan yang sedang kita jalani, keyakinan itu akan membuat sebuah hubungan bertahan lama, karena keraguan merupakan awal runtuhnya bangunan (hubungan). 

Kita juga tidak perlu terlalu mengekang pasangan, harus ini-itulah mengikuti kemauan kita, dia juga memiliki kebebasannya (hubungan yang mengekang itu tidak sehat), jangan sampai kitalah penyebab pasangan tidak bahagia bahkan stres.

Hadirkan diri kita sebagai sahabat, seseorang yang mengerti akan kondisinya, akan membuat pasangan merasa lebih nyaman dan terbuka serta tidak terbebani. 

Saling Menghargai Waktu

hubungan-sehat

 

Kita dan pasangan kita (wanita dan pria) memiliki kepribadian dan kebiasaan berbeda, termasuk dalam mengisi waktu. Jika seorang pria lebih senang menonton acara sepak bola, berkumpul bersama teman, membicarakan topik tertentu, begitupun dengan wanita (menonton acara memasak, ke salon, bersantai di sofa dengan majalah, dan lainnya). Saling menghargai waktu merupakan kiat penting dalam menjalin hubungan. 

Bersabar

Saat baru awal-awal menjalin hubungan, kesabaran adalah hal yang sangat penting. Meskipun saling mencintai, kita memiliki kepribadian dan kebiasaan berbeda, kemungkinan untuk egois (tidak mau mengalah) pasti ada. Butuh waktu untuk membiasakan diri bersama, menyatukan dua hati dan kepala yang berbeda tentunya butuh usaha, lama-lama kita akan terbiasa hidup bersama tanpa harus menguras perasaan dan pikiran. Intinya kita butuh sabar dan toleransi terhadap sikap pasangan.

Mampu Berbagi

Meski banyak menghabiskan waktu bersama, apa jadinya kalau tidak mampu berbagi? Berbagi bukan hanya soal uang dan makanan, tapi juga perhatian, pelukan, senyuman, perasaan, kalimat serta tindakan yang menyenangkan. Berbagi membuat kita merasa lengkap di dunia yang terdiri dua orang, saat kita berbagi kita terhubung, ketika kita terhubung maka hubungan dimulai.

Menjadi Kekuatan 

Kita semua butuh waktu saat terjatuh, merasa rendah, sedih, terjebak rasa putus asa. Ini adalah saat yang tepat bersama pasangan, dimana kehadirannya dibutuhkan untuk menguatkan. Karena ketika seseorang itu percaya kepada kita, memotivasi dan menginspirasi kita, memperkuat kita dengan dukungannya, kita menyadari arti hubungan sesungguhnya. Menjadi kuat bersama, hidup bersama.

hubungan-sehat

Terima Kekurangan 

Ketika kita mencintai, memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan, itu artinya kita juga menerima kekurangannya. Setiap dari kita memiliko kekurangan, itu berarti pasangan kita juga. Seiring berjalannya waktu, kebersamaan terjalin semakin erat, kita akan semakin memahami kekurangan masing-masing dan mampu menerimanya. Daripada fokus pada kekurangan, lebih baik berikan pujian padanya yang bermaksud untuk merubahnya (jika dia memiliki kebiasaan tidak baik). 

Menjadi Diri Sendiri 

Dalam sebuah hubungan kita tidak perlu berakting, itu akan berefek tidak baik, karena kebersamaan akan membuka semuanya, jadi percuma. Terlebih kita tidak bisa selamanya berakting, setiap saat menjadi orang lain untuk membuat pasangan terkesan, itu hanya akan membuat diri kita sendiri tidak nyaman. Berada dalam sebuah hubungan berarti menjadi diri sendiri, hubungan bersama pasangan  adalah tempat dimana kita bisa menjadi diri sendiri.

 

“Menjalin hubungan dan berada di dalamnya, itulah hidup. Mencintai, tersenyum, suka-cita, menghabiskan banyak waktu bersama.”

You May Also Like