Alasan Kamu Menjomblo | No. 4 Jomblo Idaman!

alasan-jomblo-bahagia
Halo Apakabar.web.id semoga sehat selalu dan rezeki lancar, aamiin. Mengenai alasan seseorang menjomblo, kan tidak semua yang jomblo itu karena sulit menarik lawan jenis, ada juga karena hal lainnya. Bahkan meski banyak yang mendekat, tapi bagi sebagian orang tidak mudah menjalin sebuah hubungan.

¬≠Bagi kebanyakan, hidup menjomblo itu cukup membikin resah, kalau bahasa gaulnya ‘galau‘ sering merasa sendiri kesepian, melihat temen atau sepasang kekasih bergandengan rasanya mengiris hati, apalagi saat malam minggu, sudah seperti burung hantu saja, mojok di sudut kamar. Namun, ternyata tidak semua jomblo itu nelangsa loh, ada juga yang justru merasa happy dan lebih bebas.

Jomblo itu baperan, kesepian, tidak terurus, mengenaskan, dan stigma buruk lainnya, sampai kadang ada yang kena bully temen sendiri, meski konteksnya bercanda tetap saja bikin baper. Stigma terhadap jomblo itu tidak salah juga, tapi tidak sepenuhnya benar, sebagian malah bisa dikatakan punya kehidupan yang lebih terarah. Balik lagi ke pribadi individu itu sendiri.

Alasan Seseorang Memilih Jomblo

1. Sulit Mendapat Pasangan

Urutan pertama sekaligus mayoritas jomblo, meski sudah berulang kali mencoba tetap semangat ya, kamu tidak sendiri masih ada jutaan lainnya yang bernasib sama. Di balik judul ‘sulit mendapat pasangan‘ terdapat pertanyaan, kenapa? Inilah yang harus digali, karena pasti ada faktor-faktor penyebabnya.

Alasan klasik seperti muka jelek, badan tidak ideal, miskin, banyak cewek matre, hanyalah alasan untuk membuat seseorang itu minder, yang menjadikan kamu lupa memperhatikan diri sendiri, mengikis rasa percaya diri hingga menjudge bahwa diri kamu tidak layak.
Alasan klasik yang tidak masuk akal, mengapa demikian? Ada berapa banyak orang hidup miskin? Memiliki kekurangan fisik, tidak rupawan, tapi mereka berpasangan, jadi buang jauh-jauh stigma negatif tersebut. Sudah tidak jaman! Mulai membangun diri dengan berpikir positif.

2. Susah Move On

Siapa belum bisa move on? Kalau kamu merasa tersindir, selamat berarti itu kamu. Oke, susah move on bukanlah masalah, tidak perlu memaksakan diri untuk mencari pasangan lagi, kecuali kamu sudah siap membuka hati baru. Ini benar-benar full terkait perasaan, dimana hati merasakan kenyamanan saat ingatan-ingatan itu terlintas, bahkan kadang kita sengaja tidak mau lepas dari bayang-bayang tersebut.

Perasaan nyaman bercampur rasa sakit akan realita ‘sudah tidak bersama‘ menyiksa diri sendiri! Terkadang menyiksa diri dengan angan dan perasaan itu menyenangkan, terlebih ketika sepi menggelayuti, larut dalam lamunan semu yang dulunya adalah kenyataan.

Tidak mudah memang, saya tahu rasanya (curhat), tapi logika saya bicara, “Solusi terbaik ialah terima realita bahwa sudah berpisah, kenyataan bahwa kamu sekarang sendiri, terima rasa sakit di dada, lepaskan perlahan, tidak perlu memaksakan, nikmati prosesnya dengan senyuman sembari melangkah, beranikan diri membuka hati baru.

3. Pecinta Kebebasan

Hidup tidak perlu dibikin ribet, nikmati dan jalani, si pecinta kebebasan, meskipun terlihat santai dan kalem, apa yang ada di hati dan pikirannya sulit untuk diterka. Tipe jomblo ini lebih memilih menjalani perihal perasaan dengan mengalir, biar mengalir, lebih mementingkan kecocokan dan mengandalkan intuisi. Dan karena sering mengandal pikirannya serta lemah terhadap perasaan, terkadang terjadi kontrakdiksi antara pikiran dan hati.

Si pecinta kebebasan larut ke dalam pikirannya sendiri, yang menandakan bahwa mereka juga pemikir. Meski begitu, soal pasangan lebih mengedepankan perasaan. Bukannya bermaksud cuek sama lawan jenis, jomblo tipe ini lebih memilih untuk mengamati dulu, setelah dirasa cocok akan terlihat ia mencoba mendekati. Santai, tapi menghanyutkan. Pengertian ‘pecinta kebebasan‘ di sini bukanlah orang yang menyukai pergaulan bebas, tidak tahu aturan, apalagi suka gonta-ganti pasangan. Di sini konteksnya ‘jomblo‘ berarti bukan player, lebih seperti seniman atau pemikir.

4. Menggapai Cita-cita

Merelakan kesenangan berpasangan untuk sementara demi sebuah cita-cita, jomblo tipe ini rasanya menjadi idaman bagi banyak lawan jenis. Mengapa? Dalam konteks sebuah hubungan ia menjanjikan salah satu modal penting, entah itu berarti keteguhan, komitmen yang kuat, atau berbentuk kebutuhan materi.

Sebuah alasan untuk menjomblo yang dapat diterima oleh kebanyakan orang, bahkan membuat lawan jenis mengantri untuk menjadi kekasihnya.

5. Seleranya Tinggi

Maksud selera tinggi di sini bukan berarti harus tinggi semampai, berkulit putih, rupawan, punya mobil dan hidup mapan. Namun, lebih kepada ia menyukai hal-hal yang nampak unik atau berbeda dari kebanyakan, termasuk soal lawan jenis, membuatnya kesulitan menemukan seseorang yang dirasa pas.

Bicara cewek/cowok, bukan hanya soal penampilan, apa yang dirasakannya juga penting. Misal, ia menyukai wajah yang khas, bentuk tubuh imut, rambut lurus sedikit bergelombang, bola mata nampak bersinar, dan lainnya. Bukan tidak mungkin, ia mempunyai kriteria yang sulit ditemukan di antara orang kebanyakan.

“Aku jomblo dan aku bangga, biar hati teriris senyumku tetaplah manis.”

You May Also Like